Rabu, 18 Januari 2023

Sejarah Kaos Kaki

Sejarah kaos kaki sendiri pada mulanya menggunakan bahan yang sangat sederhana yang terbuat dari kulit binatang dan model yang masih kaku yang jauh berbeda dengan kaoskaki jaman sekarang. Dimana orang Yunani dan Roma hanya menggunakan seutas tali untuk mengikatnya pada pergelangan kaki, itulah awal mulanya tercipta kaus kaki. Sedangkan kata Kaos Kaki sendiri cukup unik dimana dibeberapa negara penyebutan dan istilah kaos kaki sedikit berbeda. Dalam Bahasa inggris dikenal dengan kata “Sock”, orang Yunani dan Roma menyebut kaos kaki dengan sebutan “Soccus”, Bangsa Ingris Tengah menyebutnya dengan istilah “Socke” – dimana kata soccus itu sendiri berasa dari Bahasa Latin atau Yunani Kuno yang memiliki arti Sepatu Fragia. Sedangkan di Indonesia sendiri orang jaman dulu menyebutkan dengan kata kaus kaki dan berubah seiring perkembangan kata sekarang lebih familiar bangsa Indonesia lebih sering mengatakan kaos kaki disbanding kaus kaki.


Perkembangan sejarah KAOSKAKI modern dimalai pada pertengahan tahun 1589, dimana seorang asal inggris yang bernama William Lee (seorang pendeta), beliau berhasil menciptakan mesin rajut pertama pada tahun itu. Ia terus mengembangkan mesin rajut untuk memproduksi kaos kaki agar lebih modern dan dapat diterima oleh bangsa lain. Alhasil berkat kerja kerasnya itu mesin rajut terserbut bisa diterima dan dipakai hamper di seluruh Benua Eropa.


Koas kaki sendiri mengalami perkembangan dari abad ke 8 SM sampai sekarang dengan banyaknya bermunculan beragam model koaskaki, jenis, motif, corak dan warna kaos kaki. Bahan yang Pabrik Kaos Kaki pakai pun kini lebih bervariasi mulai dari kapas, benang wol, benang nylon, benang karet, bahan akrilik, polyster, olefin, sampai spandek. Sedangkan bahan kaos kaki yang sering digunakan oleh Pabrik kaos kaki besar jaman sekarang lebih banyak menggunakan bahan dari Benang Karet, Benang Spandek (bahan benang yang membuat kaoskaki jadi lebih elastis mengikuti bentuk kaki), dan Benang Nylon atau katun.


Seiring dengan perkembangnya kaos kaki sendiri sekarang tidak hanya memiliki fungsi untuk melindungi kaki dari udara yang dingin, akan tetapi lebih banyak digunakan untuk kebutuhan formal, kegiatan sehari-hari, bahkan dijadikan sebagai aksesoris untuk bergaya dalam penampilan kaum milenial agar terlihat lebih stylish dan fashionable dalam bergaul.


Jenis – Jenis Kaos kaki Jaman Dulu Yang Masih Eksis sampai Sekarang

1. Koas kaki Mata Kaki (Ankle Sock)

Ankle sock adalah jenis kaos kaki sebatas mata kaki, menggunakan bahan manset elastis pada bagian atas kaos kaki. Kaos Kaki Mata Kaki diperkenalkan pertama kali kepada kaum wanita sekitar tahun 1920. Yang mana pada mulanya digunakan oleh para atlis tennis yang bernama Fearnley-whittingstall pada awal tahun 1931. Sedangkan anak-anak ataupun kaum pria pada masa itu masih jarang sekali menggunakan kaos kaki mata kaki atau ankle sock.

2. Koas kaki Renda (Bobby Sock)

Kaos kaki Renda atau Bobby Sock pertama kali muncul pada tahun 1927. Boby sock tersebut dihiasi dengan lapihan renda dan bahan menarik lainnya, dimana pada bagian atas kaos kakinya di desain supaya bisa melipat kebawah untuk menonjolkan seni bahan dekorasi rendanya. Jaman dulu Koas kaki Renda (Bobby Sock) dominan memiliki warna putih, namun seiring perkembangan jaman kaos kaki renda ini tidak selalu menggunakan warna putih bahkan divariasikan dengan warna-warna yang lebih mencolok dan terlihat lebih berwarna.

3. Koas Kaki Golf (Argyle Sock)

Argyle Sock sendiri mulai dikembangkan pada tahun 1920 untuk kegiatan olahraga golf yang terus dikembangkan sampai sekarang dan masuk kedalam kategori fashion. Pola Argyle Sock berasal dari kota Argyll Skotlandia Barat dengan istilah pola Tartan Clan Campbell, dimana polah arglyle sock biasanya berbentuk menyeruoai diamond dan belah ketupat (seperti cetakan sarung) kalau di Indonesia.

4. Kaos Kaki Atlet (Athletic Sock)

Athletic sock ialah kaos kaki yang dipakai oleh para atlet professional untuk kegiatan olahraga yang terbuat dari bahan spandek dan nylon. Kaos Kaki Atlet (Athletic Sock) sendiri biasanya lebih banyak digunakan pada cabang olahraga sepak bola, basket, volly pada masa itu.

Kaos Kaki Atlet (Athletic Sock) untuk sepak bola: Kaos kaki ini biasanya memiliki ukuran yang lebih panjang sampai lutut bahkan melebihi lutut dan mempunyai lipatan pada bagian lutut yang berfungsi untuk melindungi kaki apabila terjadi kecelakaan (terjatuh, benturan, atau gesekan) saat bermain sepak bola. Kaos kaki Sepak Bolah umumnya terbuat dari bahan spandek dan nilon yg bertekstur lembut dan lebih elastis mengiktu bentuk kaki pemain sepak bola.

Kaos Kaki Atlet (Athletic Sock) untuk volly: Kaos kaki yang digunakan pada cabang olahraga bola volly ini umumnya lebih pendek dibandingkan dengan kaos kaki olahraga untuk sepak bola, oleh karena iitu diperlukan pergerakan yang lebih luas untuk melompat (melakukan smash), walaupun lebih pendek namun atlet bola volly biasanya menggunakan kaos kaki volley ini untuk melindungi kaki mereka sedangkan bahan kaoskakinya sendiiri menggunakan bahan yang relatif sama.

Hampir sama untuk kegiatan olahraga lainnya, Kaos Kaki Atlet (Athletic Sock) atau Kaos kaki Olahraga ini biasanya terbuat dari bahan yang lembut, elastis, dan mampu menyerap keringat.

5. Kaos Kaki Hangat (Bed Sock)

Jenis Koas Kaki hangat ini terbuat dari bahan wol yang dirajut dengan fungsi utamanya untuk menjaga kaki kamu supaya tetap hangat. Bed sock sering juga disebut dengan nama Foot Warmet atau kaki hangat yang cocok untuk kamu yang susah tidur karena kaki yang dingin dimusim salju. Namun perlu diperhatikan bahwa Kaos Kaki hangat ini tidak bisa disandingkan dengan jenis sepatu apapun.

6. Crew Sock

Crew sock adalah jenis kaos kaki dengan ukuran panjang sampai betis dan sedikit lebih rendah dari betis umumnya berbahan tebal. Sedangkan pada bagian tulang kaki biasanya ada jahitan lurus sebagai ciri khas dari crew sock itu sendiri.

7. Knee Hi Sock

Knee hi sock ialah jenis kaos kaki yang panjangnya dibawah lutut kaos kaki model ini sangat pas dipakai kalau kamu memakai rok mini. Kaos kaki Knee Hi ini sempet terkenal dikalangan anak sekolah sekitar tahun 2000an

8. Ped’s Sock

Ped’s sock merupakan model kaos kaki yang banyak diproduksi berbagai merek kaos kaki dengan bahan serat didalamnya. Pada umumnya kaos kaki ini berbentuk seperti sepatu dengan panjang dibawah mata kaki. Pas banget buat yang pengen kakinya nyaman tetapi tidak ingin kelihatan kalo lagi pake kaos kaki.

9. Quarter Sock

Quarter sock merupakan jenis kaos kaki dengan panjang ¼ dari bagian kaki, biasanya terbuat dari bahan akrilik dan orlon nylon berwarna dengan kain handuk. Banyak kalangan anak sekolahan yang suka menggunakan kaos kaki jenis ini.

10. Socklet Sock

Model kaoskaki Socklet Sock ini lebih dominan digunakan oleh para kaum hawa agar lebih terlihat modis dan fashionable, karena memiliki ukuran yang sangat pendek yang ditata di dalam sepatu dengan bahan yang ringan hampir sama dengan bahan stoking renda. Sedangkan dalam penggunaanya sendiri kaos kaki ini terkadang tidak terlihat jelas seperti kaos kaki bahkan orang lain bisa menggapnya sebagai hiasan dari sepatu itu sendiri

Sumber : https://pabrikkaoskaki.com/sejarah-kaos-kaki-pertama-di-dunia.html

Asal-usul dari Perhiasan Kalung

 Berbagai jenis perhiasan bisa digunakan sekaligus di waktu yang bersamaan, seperti cincin, kalung, gelang, anting, dll.

Kalung tidak hanya berbahan emas, tetapi juga perak, titanium, bahkan ada yang dari plastik.

Pria dan wanita bisa memakainya. Lalu, bagaimana asal muasal kalung hingga umum digunakan pada saat ini? Berikut kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Zaman Prasejarah

Masyarakat prasejarah sering menggunakan bahan alami seperti bulu, tulang, kerang dan bahan tumbuhan untuk membuat kalung. 

Kalung pertama yang ditemukan terbuat dari bahan alami tersebut ditemukan di pemakaman Neolitik di Pegunungan Alpen sekitar 4200-3400 SM.

Kalung awal lainnya dibuat dengan logam bengkok, yang disebut torsi, yang dipakai oleh orang Celtic kuno di Irlandia dan Skotlandia antara 1800-1500 SM.

Pada Zaman Perunggu, perhiasan logam telah menggantikan perhiasan pra-logam. Kalung pertama kali digambarkan dalam patung dan seni Timur Dekat (Asia Barat) Kuno dan kalung yang terbuat dari logam mulia dengan batu sisipan dibuat di Eropa.

2. Peradaban Kuno

Di zaman Mesopotamia Kuno, segel berbentuk silinder sering digantung dan dipakai sebagai perhiasan.

Di zaman Babilonia Kuno, kalung terbuat dari batu akik, lapis lazuli, batu agate, dan emas, yang juga dibuat menjadi rantai emas.

Bangsa Sumeria kuno menciptakan kalung dan manik-manik dari emas, perak, lapis lazuli dan akik.

Pada Peradaban Mesir Kuno, sejumlah jenis kalung yang berbeda digunakan. Orang Mesir Kuno kelas atas akan mengenakan kerah dari bahan organik atau semi mulia dan berharga untuk tujuan keagamaan, perayaan, dan pemakaman.

Kerah ini sering dihiasi dengan semi mulia, kaca, tembikar, dan manik-manik berongga. Manik-manik yang terbuat dari berbagai bahan berharga dan semi mulia ini biasanya juga dirangkai untuk membuat kalung.

Emas yang dibuat menjadi bentuk tanaman, hewan, dan serangga juga umum digunakan. Selain itu, Jimat juga diubah menjadi kalung.

Lalu, pada zaman Yunani Kuno, kalung emas dibuat dengan hati-hati menggunakan repoussé dan anyaman kawat emas. 

Seringnya, kalung ini dihias dengan roset berenamel berwarna biru atau hijau, berbentuk binatang, atau liontin berbentuk vas dengan pinggiran yang detail.

3. Periode 1400-1970

1400-1500

Selama masa Renaisans, pria dianggap fashionable jika mengenakan sejumlah rantai, plakat, dan liontin di leher mereka, dan pada akhir abad ke-15 pria terkaya akan mengenakan kerah penutup bahu yang besar dan bertatahkan permata.

Wanita biasanya mengenakan pakaian yang lebih sederhana, seperti rantai emas, manik-manik, atau mutiara yang digantungkan pada leher. 

Lalu, pada akhir periode ini, potongan-potongan yang lebih berat dan lebih banyak dihiasi adalah hal yang biasa di kalangan orang kaya, khususnya di Italia.

1500-1600

Pada abad ini, tali panjang dari mutiara dan rantai dengan batu mulia biasanya sering digunakan.

Pada paruh kedua abad ini, perhiasan alami, seperti koral dan mutiara, digabungkan dengan enamel dan logam untuk membuat liontin yang rumit. Liontin cameo yang berhiaskan permata dan memiliki bingkai yang halus juga populer.

1600-1700

Beberapa pria pada periode Baroque sering menggunakan perhiasan, dan untuk wanita kalung yang digunakan lebih sederhana, seringkali berupa untaian mutiara sederhana atau untaian logam yang ditautkan dan dihias dengan batu kecil.

Kemudian pada abad ini, setelah penemuan teknik pemotongan berlian yang baru ditemukan, untuk pertama kalinya hal yang utama adalah permata itu sendiri, bukan pada pengaturannya, biasanya perhiasan disematkan pada pita berwarna beludru hitam.

1700-1800

Pada awal abad ini, gaya yang dominan adalah pita beludru dengan liontin yang digantung. Sedangkan, pada pertengahan abad ini kalung aneh berwarna-warni yang terbuat dari permata asli dan imitasi menjadi populer, dan pada akhir abad terlihat kebangkitan dari neo-Klasik.

1800-1870

Dalam istana Napoleon, gaya dari zaman Yunani kuno itu dianggap modis, dan wanita akan mengenakan untaian mutiara atau rantai emas dengan cameo dan permata.

Pada periode Romantik, kalung dianggap sangat mewah dan modis untuk mengenakan kerah ketat bertatahkan permata dengan liontin permata yang serasi terpasang dan mawar permata dengan mutiara. 

1870-1910

Pada zaman pemerintahan Raja Edward VII, terlihat kebangkitan dari kalung mutiara, selain gaya kalung yang terbuat dari emas atau platinum dengan inset berlian, zamrud, atau ruby. 

Lalu, gerakan Art Nouveau mengilhami desain simbolis dan abstrak dengan motif alam dan hewan. Bahan yang digunakan berasal dari kaca, porselen, perunggu, gading, mutiara, tanduk, dan enamel, dimana bahan tersebut tidak digunakan karena nilainya, tetapi karena penampilannya.

1910-1970

Brand fashion “Chanel” mempopulerkan perhiasan yang digunakan sebagai fashion. Gerakan Art Deco menciptakan perhiasan geometris tebal yang menggabungkan berbagai jenis permata dan baja.

Pada tahun 1960-an, perhiasan imitasi mulai banyak dipakai. Perhiasan dari bahan asli yang umum digunakan pada periode ini termasuk kalung perak yang sepenuhnya geometris atau berbentuk alami, dan permata berharga yang dipasang di kalung platinum atau emas yang terinspirasi dari zaman Kekaisaran Prancis.


Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.pikiran-rakyat.com/belia/amp/pr-015790298/asal-usul-dari-perhiasan-kalung-manusia-prasejarah-pun-memakai-aksesori-ini



Cara memakai jedai rambut sama tentang rambut yang bagus

 Rambut atau sering disebut bulu adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan dan manusia, terutama mamalia. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Struktur mirip rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan pada tumbuhan.

Cara Memakai Jedai Rambut Pendek

1. Satukan Rambut Hingga Rapi. Cara memakai jedai rambut pendek yang pertama adalah menyisir keseluruhan rambut hingga rapi. ...

2. Gulung Rambut ke Dalam. Cara memakai jedai rambut pendek selanjutnya adalah dengan menggulungnya ke dalam. ...

3. Gunakan Jedai. ...

4.Diamkan. ...

5. Lepaskan Jedai dan Rapikan Rambut.

Jedai (Jepitan Badai)

Sebelum mengenali cara memakai jedai rambut pendek, kamu tentunya bisa mengenali jedai secara umum terlebih dahulu. Jedai secara umum mempunyai bentuk yang sama persis, yaitu bundar dengan tiga gerigi yang berguna untuk mencengkeram rambut dengan lebih mantap.


Biasanya, hal yang membedakan jedai satu dengan lainnya hanyalah warna, ketebalan bahan, dan ukurannya. Terdapat sangat banyak variasi warna jedai yang dapat kamu pilih sesuka hati sesuai dengan preferensi pribadi.


Dengan berbagai macam warna, kamu bisa memilih jedai sesuai dengan kesukaanmu. Dari warna gelap hingga warna terang bisa kamu gunakan tiap harinya. Jedai juga tersedia dalam berbagai ukuran, ketebalan dan harga. Ada jedai rambut mini, sedang, hingga jumbo untuk kamu yang memiliki rambut panjang dan tebal.


Harga jedai juga sangat bervariasi, dimulai dari Rp 5 ribu sampai puluhan ribu rupiah. Pastikan kamu memilih dan membeli jedai yang sesuai dengan kebutuhan agar penggunaannya bisa lebih maksimal. Jika rambutmu pendek, kamu bisa membeli yang berukuran kecil. Sedangkan jika rambutmu panjang, kamu bisa membeli yang berukuran lebih besar dan tebal.

Satukan Rambut Hingga Rapi


Cara memakai jedai rambut pendek yang pertama adalah menyisir keseluruhan rambut hingga rapi. Setelah itu, satukan seluruh rambut di belakang kepala. Gunakanlah sisir yang memang sesuai dengan karakter atau jenis rambut kamu. Agar lebih rapi, kamu bisa menggunakan bantuan sisir bergigi rapat.


Gulung Rambut ke Dalam


Cara memakai jedai rambut pendek selanjutnya adalah dengan menggulungnya ke dalam. Setelah rambut disisir, tarik seluruh rambut ke arah atas. Lalu, gulung rambut secara perlahan-lahan dari ujung ke dalam.


Pastikan agar keseluruhan rambut kamu tergulung dengan rapi sampai ke pangkalnya. Menggulung rambut dari ujung bertujuan agar gelombang rambut terlihat cantik dan mengembang alami.

Sejarah Kaos Kaki

Sejarah kaos kaki sendiri pada mulanya menggunakan bahan yang sangat sederhana yang terbuat dari kulit binatang dan model yang masih kaku ya...